Jumat, 10 Desember 2010

tugas tekom

Cerpen

Ujang sayang pisan ke Omen

Suatu hari ujang seorang anak yang berusia 12 tahun sedang berada di tengah pesawahan dengan meniupkana seruling bambu. Ia memandang keadaaan alam disekitarnya yang begitu indah seraya berbicara kepada sahabatnya, " Men... Omen... Omen begitu indah yah keadaan alam di kota Cingharupat ini, Men coba lihat sawah yang terhampar luas, air sungai yang mengalir dengan riaknya, kicau burun yang bernyanyi dengan riangnya membuat Ujang begitu kagum". Dan Omen pun jawab dengan anggutannya yang manis tanda bahwa Omen pun setuju. Ketika Ujang dan Omen sedang asyiknya memandag pemandangan desa Cingharupat, tiba-tiba terdengar suara yang amat sangat menyeram kan dan berkata,"Men Cepat Pulang semua orang telah menungu kamu dirumah!!!". Ujang tersentak kaget ia pun mencari dari mana sumber suara tersebut namun semakin ia cari, suar tersebut langsung menghilang. Berulang-ulang suara tersebut terdengar Ujang berkata kepada Omen, Men... ada apa ya ko setelah suara tadi Ujang jadi gak enak hati gini, Men apa Ujang pulang aja ke rumah itu."Omen pun mengangukan kepakalanya tanda ia setuju aar Ujang segera pulang.
Setibanya Ujang dirumah ia begitu kaget ketika melihat, ada banyak orang yang sedang berkumpul dirumahnya.Hati kecilnya bertanya-tany'"Ada apa ini kenapa ada banyak orang dirumah ku" ia pun berlari menuju rumahnya , detak jantungnya berdetak begitu cepat. " Ya Allah.... ada apa ini kenapa aku mendengar ayat agung mu, kenapa aku lihat dirumahku ada dua orang yang tertidur pulas berselimutkan kain samping, Siapa itu Ya Allah... Siapa itu Ya Allah". Dengan kebimbangan hatinya, Ia mencoba membuka kain samping yang menutupi wajah orang yang tertidur pulas dan sekitika itu pula ia menjerit. Ema..... apa .... ema ..... apa.... kenapa ema sama apa gak mau bangun dari tidur.... ini Ujang Ema ...ini Ujang apa..." Sekuat apapun ia nerteriak semakin ia tahu bahwa kedua orantuanya telah meninggal dunia. Ujang berusaha bangkit dari kesedihan hatinya dan berkata," Ema ... Apa maafin Ujang kalaau selama ini Ujang belu bisa membangakan Ema dan Apa, Ujan janji Ema, Apa Ujan akan menguburkan Ema dan apa dengan kedua tangan Ujang, inilah tanda bakti Ujang kepada Ema dan apa ". Entah dari mana kekuatan yang Ujan punya karena dengan kedua tangannya yang kecil, ia mampu menangkat mayat dari ibu dan Bapaknya, senua orang yang melihat hal tersebutpun keheranan.
hari pun berlalu, tak sadar Ujang telah lama tak bertemu Omen, Rindu rasanya....Seperti biasa Ujang dan Imen berjanji bertemu ditempat biasa. " Men ... ujan sekarang ak punya orang tua, hidup Ujang begitu Hancur kayak lagunya si Olga. Men, Ujang sekarang jadi anak yatim piatu!" . Omen pun merasakan kesedihan yan Ujang rasa. " Tapi men ,,, Ujan mah gak mau larut dalam keedihan, Ujang mah harus bangkit biar bisa membanggakan Ema dan Apa walaupun mereka telah tiada. Men Ujang mah ach mau ke kota kayak mang Ihang, sekarang Mang Ihang jadi juragan di kota, katanya mah Mang Ihang teh punya motor sampai 20 dan mobilnya juga ada 13. Hebat yah mang Ihang, Men. Pokoknya mah Ujang mah mau ke kota biar bisa kayak . Setuju gak men? " Tiba-tiiba Omen menjadi marah. ia merasa ketakitan kehilangan Ujang, Napas Omen tak beraturan , ia menangis bak anak bayi minta digendong. Ujan merasa keheranan kenapa Omen berikap seperti itu, Ketika ia memandang kedua mata Omen, Ujang tahu bahwa Omen gak mau kehilangan Ujang. Ujang pun berusaha menenangkan Omen " Men,,,, tenang aja atuh, Ujan mah gak akan ke kota tanpa Omen, kemanapun Ujang pergi, omen akan selalu ada disamping Ujang.". Omen pun terspu dan merasa senang.
Akhirnya, hari yang ditunggu telah tiba, Ujang dan Omen pergi ke kota bersama Man Ihang Sesampainya di kota, banyak orang-orang kota yang suka ke Omen, karna kecantikan Omen begitu berbeda. banyak orang yang menyentuh, dan melihat ke Omen dan itu membuat Ujang begitu marah. Marah Ujang memuncak ketika ada seorang pria yang menyolek pantat Omen, Ujang marah dan murka" Hay... orang kota jangan berani-beraninya ya megang pantat Omen, Omen itu gak boleh ada yang menyentuh selain Ujan". Oran kota pun menjawab, " Hay , orang kampung pelit nian kau ini, aku hanya ingi menyentunya saja". Orang kota itu terus menyentuh pantat Omen dan membuat Ujang semakin eram" Hay... dasar orang kota gak tahu sopan - santu, gak tau diri, maunya seenaknya sendiri, tahu gak, gak ada yang boleh nyentuh Omen salain Ujang, Omen ma Ujan mah tak bisa dipisahkan, jiwa dan raga Omen udah menyatu dengan Ujang. Omen mah udah jadi kesayangan Omen, Jangan pernah pegan Omen. " Dan orang kota pun sama semakin marah seraya berbicara" Dasar orang kampung pelit, minta nyolek dikit aja itu si Omen pelit sekali , dasar orang Kampung sombong, Pira oge si Omen teh "Munding" meni pedit pisan...."
jadi yan selama ini Ujang sayang rupanya seekor"munding" hahahaha.....

Created by Yuli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar